Poliklinik Geriatri

POLIKLINIK GERIATRI
Dalam dunia medis, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang kalangan lansia. Geriatri berasal dari bahasa Yunani, geron yang berarti orang tua, dan teria yang artinya penanganan terhadap penyakit. Seperti yang diketahui bersama, saat seseorang memasuki usia senja, maka ia mengalami banyak masalah kesehatan.
Mereka akan mengalami beberapa masalah seperti menurunnya kualitas penglihatan, pendengaran, tubuh yang jadi mudah lelah, kehilangan ketajaman pikiran, bahkan penyakit diabetes dan jantung.
Kategori lansia di Indonesia yaitu berusia atas 60 tahun. Kelompok usia ini lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dibanding usia lain. Berdasarkan statistik penduduk Indonesia tahun 2019, jumlah penduduk lansia di seluruh Indonesia mencapai sekitar 25 juta jiwa.
Berikut ini beberapa gangguan kesehatan utama yang sering dialami para lansia yang dapat ditangani oleh dokter geriatri:
- Penyakit Jantung. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada lansia. Faktor penyebabnya adalah kondisi hipertensi dan kolesterol tinggi. Penyakit ini bisa dicegah sejak usia muda, yaitu dengan cara mengonsumsi makanan sehat bergizi berimbang, olahraga, mencegah stres, dan istirahat cukup. Cara tadi bisa diterapkan kepada pasien lansia dengan bantuan keluarga atau perawat.
- Radang Sendi. Sudah sangat umum bahwa pasien lansia tidak memiliki kondisi fisik yang prima lagi. Banyak di antara mereka yang mengalami radang sendi, sehingga aktivitasnya terganggu. Penting untuk berdiskusi ke dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.
- Demensia. Selain gangguan yang membuat kondisi fisik lansia lemah, tidak jarang juga para lansia mengalami gangguan mental atau saraf, termasuk demensia. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ingatan, berpikir, dan tingkah laku yang kemudian berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.
- Diabetes. Semakin bertambah usia, mengendalikan kadar gula darah menjadi semakin penting. Dalam jangka panjang, efek diabetes yang mungkin saja sudah muncul sejak usia muda akan mulai semakin terasa, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kesemutan kaki, hingga kebutaan.